MALOC demo

20 09 2009




Review Website Takaful

29 06 2008

Website dewasa ini sudah menjadi bagian dari media sumber informasi seiring dengan semakin mudahnya akses internet di berbagai daerah. Maka dari itu, membuat rancangan website yang menarik sekaligus usable adalah hal yang mutlak bagi seorang pengembang. Ketika kita berbicara dengan interaksi dengan pengguna seringkali website disandingkan dengan kata “usability”. Apakah usability? Usability adalah kualitas atribut yang berhubungan dengan seberapa mudah sesuatu dapat digunakan. Lengkapnya, usability berarti seberapa cepat sesorang dapat mempelajari sesuatu, seberapa efisien seseorang menggunakan sesuatu, seberapa kuat sesorang dalam mengingat sesuatu, seberapa banyak error yang dilakukan, dan apakah pengguna suka menggunakannya. Jika pengguna tidak mau atau tidak dapat menggunakan fitur yang ada pada website, berarti kita gagal dalam merancang fitur tersebut dan sebaiknya tidak perlu ada.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika merancang sebuah website, diantaranya adalah :

1. Apa yang perusahaan lakukan, perusahaan tersebut bergerak di bidang apa

2. Apa peran Anda di perusahaan

3. Apakah perusahaan mempunyai brand atau logo

4. Apa tujuan membuat website

5. Informasi apa yang ingin ditampilakan

6. Siapakah pengunanya, apakah demografinya heterogen atau homogen meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi, dan sebagainya.

7. Apakah perusahaan memiliki kompetitor dan siapa kompetitornya

Terkadang pertanyaan-pertanyaan bisa lebih banyak dari yang disebutkan di atas ketika kita merancang sebuah website. Kriteria-kriteria tertentu dapat membantu kita mendefinisikan sebuah website dikatakan bagus atau tidak. Yang harus diperhatikan adalah proses desain merupakan awal sebuah proses komunikasi. Ketika kita tidak dapat membuat desain web yang bagus maka proses komunikasi dapat tidak tersampaikan kepada pengguna. Sebuah website yang bagus tidak harus berarti berkutat dengan proses estetika dan grafis semata tetapi lebih kepada usability. Sayangnya, beberapa desainer terkadang melupakan pengguna dan terjebak pada proses estetis sehingga melupakan proses testing pada pengguna. Secara sederhana, percuma kita membuat desain yang indah tetapi tidak usable and accessible, maka pengguna akan dengan mudah meninggalkan website kita.

Website yang baik adalah ketika kita bisa menggabungkan sebuah estetika sehingga pengguna merasakan kemudahan dalam usability, accessibility, dan user experience. Elemen-elemen sebuah website seharusnya menjadi satu kesatuan yang padu dan konsisten yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi.

Baru-baru ini saya masuk ke halaman website perusahaan asuransi syariah Takaful. Dari halaman-halaman website tersebut kita dapat mengambil pelajaran bagaimana membangun sebuah website korporat. Website tersebut dapat diakses di alamat http://www.takaful.com.

Secara garis besar website ini sudah cukup baik dalam menyajikan informasi untuk pengguna hanya saja masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki terkait dengan layout website. Ketika masuk halaman depan untuk pertama kali kita akan disuguhi dengan header yang cukup besar dan berupa flash dengan besar 307 KB sehingga cukup merepotkan jika menggunakan koneksi dengan kecepatan di bawah rata-rata. Namun perusahaan cukup cerdik dengan tidak menampilkan header di halaman-halaman selanjutnya. Karena informasi mengenai identitas masih dapat diketahui dari logo meskipun penempatannya kurang tepat yaitu di sebelah kanan website. Saran saya sebaiknya logo perusahaan ditempatkan di sebelah kiri website karena pasti perhatian pengguna pertama kali ke sebelah kiri website.

Kriteria-kriteria ketika mendefinisikan bagus tidaknya sebuah website adalah :

1. Pengguna senang dengan desain tetapi tertarik dengan isi

Desain yang ditampilkan pada website Takaful berkesan sederhana dan tidak mengganggu pengguna. Pengguna masih dapat melihat isi dan menangkap bahwa ini adalah website mengenai asuransi syariah.

2. Pengguna dapat dengan mudah menemukan navigasi dan mengoperasikannya.

Pada website Takaful, navigasi dapat dengan mudah dilihat oleh pengguna karena berada di bagian kiri atas website dan memiliki karakteristik yang berbeda ketika dihover sehingga membantu pengguna mengetahui halaman mana yang akan dibuka. Karakteristik juga berbeda ketika berada pada halaman tertentu sehingga pengguna dapat mengetahui di halaman mana dia berada saat ini.

3. Pengguna mengenali setiap halaman sebagai bagian dari website.

Website ini secara keseluruhan menggunakan pewarnaan, typeface, dan layout yang konsisten sehingga pengguna mengenali setiap halaman sebagai bagian dari website.

Website ini juga cukup baik dalam mengoptimalisasi ukuran layar pada 800×600 pixel sehingga pengguna yang masih menggunakan resolusi tersebut masih dapat mengakses website dengan nyaman.

Yang menarik pada saat kita merancang sebuah halaman website adalah layouting atau penempatan blok-blok dalam website serta ukurannya. Anda mungkin pernah mendengar tentang golden ratio dimana menurut para matematikawan sebuah desain yang baik mengandung perbandingan 1,62. Contohnya adalah berikut ini :

Gambar tersebut mengandung perbandingan 1.62 sehingga dapat dikatakan baik dalam layouting. Konon wajah manusiapun mengandung golden ratio. Tidak percaya?Silahkan buktikan sendiri. Pada website Takaful golden ratio terdapat pada pembagian kolom artikel dengan navigasi di sebelah kiri. Coba kita lihat gambar di bawah ini.

Gambar di atas menggambarkan perbandingan lebar halaman dan lebar isi pada ukuran layar 1024 x 768 pixel. Perbandingan lebar keseluruhan layar dan lebar isi adalah 1008 px / 614 px = 1,6416938110749185667752442996743. Angka tersebut mendekati golden ratio.

Penekanan atau emphasis terlihat pada bagian pencarian dan navigasi, tetapi sayangnya tidak ada pada bagian link berikut ini. Apakah Anda akan mengenalinya sebagai link atau banner? Saya sendiri jika melihat sekilas pasti akan mengira ini adalah banner dan ternyata gambar tersebut merujuk kepada isi halaman produk pada website Takaful. Seharusnya desainer dapat membuat emphasis pada link tersebut dengan background yang lebih kontras atau dapat dibentuk menyerupai tombol navigasi yang berubah ketika dihover.

Apabila dilihat sekilas website Takaful berkesan sederhana. Pewarnaan dominan warna biru muda, biru tua, dan sentuhan putih menggambarkan desain korporat. Pewarnaan sepertinya disesuaikan dengan warna pada logo Takaful.

Warna biru menggambarkan keterbukaan, kecerdasana, dan keyakinan. Secara psikologis warna biru tidak tepat digunakan untuk warna pada makanan karena dapat mengurangi nafsu makan, tetapi efek ini tidak berlaku pada desain website. Warna biru sesuai dengan maknanya memberikan warna yang berkesan korporat dan menenangkan.

Hubungan visual antara air, udara, dan langit menggambarkan ketenangan pada warna biru. Itulah mengapa warna ini menjadi warna dominan pada logo IBM, Dell, HP, dan Microsoft. Jadi, saya rasa penggunaan warna biru tua dan biru muda sangat tepat pada website Takaful.

Sentuhan warna putih dapat memberikan keuntungan sekaligus kelebihan. Warna putih biasa digunakan untuk memberikan ruang (whitespace) pada website agar pengguna tidak terlalu sesak melihat tumpukan tulisan dan isi pada website kita. Akan tetatpi whitespace yang terlalu berlebih akan menimbulkan kesan ada sesuatu yang hilang yang harusnya bisa dioptimalisasi untuk ruang tersebut.

Pada website Takaful pemilihan background warna putih menimbulkan kesan renggang pada website. Terdapat ruang kosong di sebelah kanan website ketika kita menggunakan resolusi 1024 x 768 pixel atau lebih. Tetapi sebenarnya putih dapet membuat efek sederhana pada website jika isi yang kita tampilkan banyak. Ketika kita memikirkan tentang bersih, suci, kesempurnaan pasti terbayang warna putih. Penggabungan warna putih dengan warna biru pada website perusahaan saya rasa merupakan kombinasi yang baik.

Website Takaful saya rasa sudah menggunakan konsep tipografi yang baik dimana penggunaan typeface tidak banyak dan konsisten sehingga pengguna tidak merasa pusing dan mual-mual jika melihat desain yang cukup sederhana ini. serta memudahkan pengguna dalam mengenali bagian-bagian website dan mengidentifikasi kesatuan dari beberapa elemen dalam website. Ukuran huruf juga relatif besar sehingga mudah dibaca untuk kalangan usia tua. Vertical spacing dan horizontal spacing cukup sehingga pengguna mudah dalam membaca isi dari website. Typeface yang digunakan merupakan jenis sans serif sehingga mudah dibaca pada halaman dalam format digital. Gambar berikut ini adalah contoh perbandingan huruf serif (kata “squint” atas) dan sans serif (kata “squint” atas).

Secara garis besar serif adalah huruf dengan aksesn-aksen tertentu di bagian ujungnya. Coba lihat gambar berikutnya, di sana terlihat aksesn pada ujung-ujung setiap huruf. Hal ini sebenarnya memudahkan ketika kita membaca dalam format tercetak karena secara tidak sadar mata kita terbantu karena terbentuk garis bantu yang merupakan perpaduan aksen antar huruf. Tetapi untuk halaman website, hal ini tidak membantu.

Website Takaful dilengkapi dengan fitur pencarian untuk memudahkan pengguna memasukkan query yang diinginkan dan mendapatkan hasil dengan cepat. Sayangnya fitur ini hanya terdapat pada halaman-halaman tertentu sehingga tetap saja pengguna harus bekerja dua kali karena harus kembali ke halaman yang terdapat fitur ini. Saran saya sebaiknya fitur penting seperti ini ditempatkan di setiap halaman sehingga pengguna merasa dimudahkan dalam mengakses informasi.

Fitur yang cukup menarik pada website ini adalah fitur simulasi dimana pengguna dapat menghitung dan mengetahui proses penghitungan asuransi syariah dengan memasukkan beberapa kriteria tertentu.

Berikut ini adalah halaman simulasi yang berhasil dijalankan. Anehnya ketika kita masuk ke simulasi ada sub menu yang dirasa tidak terlalu penting dan justru mengganjal. Bagian yang dilingkari pada gambar merupakan sub menu yang saya rasa tidak perlu ada karena seharusnya sub menu ini menampilkan simulasi apa saja yang tersedia seperi takafulink, takaful alia, fulnadi, dan takaful abror.

Pada kotak isian simulasi ada ketidakkonsistenan penggunaan huruf. Pada pilihan jenis kelamin pengembang menggunakan all cap letters sedangkan pada pilihan cara bayar menggunakan mixed-case letter. Sebaiknya pilihan jenis kelamin dan cara bayar menggunakan radio button agar cepat dalam proses pemilihan kecuali jika pertimbangannya adalah space tempat. Ketidakkonsistenan juga terlihat pada sebelah kiri sub menu Simulasi Takaful Alia. Pada bagian tersebut terdapat salah pengetikan yang seharusnya A menggunakan huruf besar pada kata Alia.

Seharusnya ada keterangan tambahan mengenai rentang angka yang bisa diisi pada setiap field dan formatnya jika diperlukan. Kurang baik jika pengguna sudah mengisi form ternyata keluar peringatan seperti gambar di samping dan harus mengisi dari awal lagi. Usahakan kurangi kesalahan atau error yang dilakukan oleh pengguna. Kejanggalan lain yang cukup mengganggu adalah text box yang rata kiri apabila sedang diisi dan rata kanan apabila sudah terisi. Sebaiknya untuk angka konsisten menggunakan rata kanan. Kelebihan dari simulasi ini adalah penggunaan text box tidak disejajarkan pada bagian kanan sehingga memudahkan pengguna mengestimasi seberapa ruang yang dibutuhkan untuk field tersebut serta pewarnaan gelap pada text box yang tidak aktif. Sebaiknya ada link ke penjelasan mengenai detail konsep produk yaitu di menu produk sehingga pengguna tidak bertanya-tanya bagaimana cara mengisinya jika berada di halaman ini.

Secara keseluruhan website ini sudah cukup baik hanya saja perlu sedikit perbaikan pada beberapa bagian seperti disebutkan di atas.

-regards-

Andi Sasmita

Bogor, Juni 2008





Banjeer Jakarta dan Adam Air?

12 02 2007

Wuih, parah juga yach banjir di Jakarta kali ini. Katanya sie ini peristiwa lima tahunan, ya ampun..udah kaya celebration aja. Sayangnya ternyata kita gak belajar dari bencana-bencana yang terdahulu. OK sebelum ngomongin banjir kita flash back dulu ke peristiwa hilangnya Adam Air. Banyak yang menyebut pada masa pemerintahan SBY banyak terjadi bencana, kecelakaan, dan cobaan lain yang merenggut banyak korban jiwa. Bencana dan kecelakaan adalah Allah yang menentukan, siapa pun pemerintahannya. Biar kita bisa mengambil hikmah dari sana. Jadi sebenarnya ini bukan salah SBY juga, bukan juga karena ini masanya Hatta Radjasa. Yah..mungkin ini adalah sebuah jalan agar bangsa ini tambah dewasa. Padahal klo diitung2 sejak kita merdeka, bisa dibilang bangsa ini sudah bukan bayi lagi  :p

 

Sebenarnya kecelakaan transportasi yg banyak terjadi akhir2 ini dapat nenunjukkan kesalahan kita dalam mengatasi keamanan. Harusnya yang diutamakan adalah keselamatan penumpang, bener gak? Gw kira untuk membuat sebuah rescue team dan pelatihan keselamatan lainnya gak terlalu mahal dibandingin klo nyari pesawat yg jatoh atw perbaikan akibat kecelakaan lainnya. Coba inget2 berita kemaren…berapa milyar yang dihabiskan untuk mencari sebuah pesawat yg hilang?berapa banyak tenaga tang terkuras?bahkan ketika akhirnya diketemukan, pemerintah angkat tangan karena kekurangan biaya buat mengangkat bangkainya.

 

Eddy Budi Setiawan, pemerhati dunia penerbangan, Alumni Teknik Penerbangan – ITB mengatakan bahwa mengenai hal keselamatan penerbangan : “If you think safety is too costly, try an accident!(http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0905/08/cakrawala/utama01.htm )

 

Sekarang tinggal dari kitanya aja yang mulai menerapkan peraturan yang sudah ada. Klo kata Aa Gym mah mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang terkecil, dan mulai dari sekarang.

 

Peristiwa Adam Air mirip sama Banjeer kali ini. Kita tidak tanggap terhadap peristiwa alam, istilahnya gak sedia payung sebelum hujan, klopun sedia payung juga bolong-bolong. Sebenernya pemerintah udah mulai buat proyek kanal timur di Jakarta untuk menahan banjeer tapi sayangnya si banjeer dateng duLuan sblom proyeknya kelar. Hiks2….eit bukan saatnya bersedih.

 

Waduh gak enak juga yach ngasi komentar gini tapi gak ada tindakan konkretnya dari diri gw sendiri. Sampai saat ini gw hanya bisa bersimpati terhadap apa yang terjadi tanpa bisa berbuat banyak dan berempati untuk mereka yang terkena bencana. Setidaknya sampai saat ini gw masih berpegang teguh untuk gak buang sampah sembarangan, ayo ikutan….

 

Yup, gak buang sampah sembarangan. Bukan hanya itu……..Jalanin jg peraturan2 yg berlaku. Sayang kan dah dibuat, tapi gak dilaksanain, buang-buang waktu dan sumber daya. Mudah2an percepatan material gak lebih cepat dari percepatan moral dan kepribadian bangsanya. Ouw yach buat Bang Yos smangat dech, gak usah minta izin SBY lagi klo mau buka pintu air Manggarai, he2….Smangat jg buat kita. Ganbatte

 

 

 

 





DISTORSI Sebuah Sastra Terjemahan

22 01 2007

Klo loe pernah baca karya sastra terjemahan, pasti ada kalanya loe gak ngerti salah satu kata-katanya entah ituw istilah, frase, tata bahasa, ataupun gaya bahasa yang berbeda. Contohnya aja novel Harry Potter, gw akuin novel itu emang bagus (secara si penulis J.K. Rowling juga niat bgt sampe bikin bukunya makin gendut di setiap tahunnya). Coba pikir, Harry Potter tuw booming banget di negeri asalnya Inggris, ataupun negara2 yang serumpun bahasa dengan Inggris kaya Amerika, sampe sampe orang niat banget antre berjam-jam cuma buat dapetin novelnya. Bandingin sama Indo, animonya sich lumayan cuman gak sampe bikin antrean panjang kan!? Yoha, itu dia, mungkin inilah yang disebut dengan distorsi sebuah sastra terjemahan.

 

Read the rest of this entry »





KITAB para pembunuh

20 01 2007

Wuih gw baru tw ternyata ada juga buku kaya gini yang meng-influence para pembunuh. Cinila @www.cinila.com said:
Akhirnya selesai juga baca novel satu ini, The Catcher in the Rye. Novel yang diterbitkan pertama kali di US tahun 1951 dan menuang banyak kontroversi, karena isinya yang penuh sindiran, kata-kata kasar, gaya hidup yang dianggap tidak mendidik (sex bebas dan mabuk-mabukan dibawah umur juga prostitusi). Bahkan sempat di banned di Amerika sana, kebayang dunk kalo sampe negara yang konon menjunjung tinggi kebebasan berekspresi itu sampe nge-banned buku ini. Dan gara-gara beberapa pembunuh orang-orang terkenal dalam sejarah terbukti terobsesi dengan buku ini, bahkan Mark David Chapman meminta tanda tangan John Lennon di buku ini sebelum menembaknya beberapa jam kemudian, lalu novel ini sering disebut kitab para pembunuh. Wiiih syeyeemmm…

Sama kaya Happy Family Tree yach (parah, ini adalah propaganda!!!)





SAMURAI

19 01 2007

 

 

 

Samurai-Kastel Awan Burung Gereja

Kategori : Novel

Pengarang : Takashi Matsuoka

Penerbit : Qanita, 2005

Harga normal : Rp 59.000,00

Harga Tobucil : Rp 53.100,00 

 

 

Wuih akhirnya beres juga baca nie novel. Gw selalu suka settingan Jepang klasik kaya Rurouni Kenshin/Samurai X. He2 gw dipinjemin sama temen, halamanya dah copot2 coz keseringan dibaca kale yach (keseringan dipinjemin maksudnya :p). Kata temen gw sie bacanya harus hati2. Bener dah bacanya emang harus hati2 pisan, selain halamannya gampang lepas2 nie novel juga ada sedikit ‘echi’-nya. Keren alurnya, suka bgt sama alurnya yang terpotong2, bikin penasaran. Umm…ternyata Sekigahara tuw akibatnya separah ituw. Gw dah sering sie denger kata Sekigahara dan perang saudara yang mewarnai Jepang, tapi baru sekarang kegambar tentang kejadiannya n akibat2 yg ditimbulkannya.

Inspiratif. Tapi bisa dibilang Jepang zaman dulu tuw jahiliyah banget (di mata orang2 luar). Kenapa? Bayangin aja sistem kasta yang begitu ketat, hierarki yang sulit ditembus. Parahnya mereka menganggap junjungan sudah spt Tuhan, pembunuhan tuh gampang bgt dilakukan hanya karena alasan membela klan atau harga diri. Bayangin aja tiba2 loe dibunuh dengan alasan cuma nginjek bayangan seorang samurai (padahal gak sengaja) atau gak sengaja bersinggungan pedang antar samurai, gila gak tuw~

Read the rest of this entry »





CG | Introducing

3 01 2007

Ehm..cuma berbagi sedikit nie tentang workflow gimana cara buat animasi 3D, soalnya gw juga gak jago2 amat, belajar bareng OK…

Workflow

Setiap 3D Artist punya style berbeda dalam workflow. Tetapi pada umumnya tahap pengerjaan suatu proyek dapat dipecah menjadi beberapa bagian berikut. Gw bisa bilang “Loe kaya punya studio Foto n Studio Film Sendiri” Ini dia 6 tahap pengerjaannya 🙂

1. Konseptualisasi Proyek

Pada dasarnya ini adalah step yang penting dan termasuk di dalamnya banyak sekali sub-step, seperti riset, sketsa, storyboarding, scriptwriting, dll. Sangat penting sekali untuk membangun, mendefinisikan dan menyempurnakan konsep yang solid. Langkah-langkah yang harus dilaksanakan sebelum proyek dikerjakan pada komputer tergantung pada kelebihan dan kekurangan animator.

Storyboard (jalan cerita) dapat diakatakan sebagai jiwa dari animasi atau bahkan film yang akan dikerjakan. Menarik atau tidaknya sebuah film lebij ditentukan dari storyboard film tersebut

Contoh character sketch

Konsep_Chipi

2. Modelling

Modelling adalah istilah spesifik yang mencakup konsep dan teknik yang cukup banyak. Mudahnya modelling adalah proses pembuatan bentuk-bentuk virtual yang melengkapi suatu scene. Objek-objek tersebut dapat berupa apa saja. Biasanya modelling artist dibagi menjadi beberapa bagian spesifik seperti character designer, architectural, vehicle, landscape n props, weapon, de el el…

Seorang Modeller atw Sculptor bisa jadi harus menguasai hair style, fashion, dan hal2 lain yang terkait dengan pembuatan objek…luas lah yg harus loe ketahui.

Contoh modelling dengan menggunakan 3DS Max

Modelling_Chipi

3. Sculpting

Setelah modelling ada juga 3D Artist yang ingin membuat detail pada objek. tahap ini biasanya disebut dengan Sculpting (Pahat). Biasanya menggunakan s/w lain seperti Zbrush..Orangnya disebut Sculptor.

Read the rest of this entry »