SAMURAI

19 01 2007

 

 

 

Samurai-Kastel Awan Burung Gereja

Kategori : Novel

Pengarang : Takashi Matsuoka

Penerbit : Qanita, 2005

Harga normal : Rp 59.000,00

Harga Tobucil : Rp 53.100,00 

 

 

Wuih akhirnya beres juga baca nie novel. Gw selalu suka settingan Jepang klasik kaya Rurouni Kenshin/Samurai X. He2 gw dipinjemin sama temen, halamanya dah copot2 coz keseringan dibaca kale yach (keseringan dipinjemin maksudnya :p). Kata temen gw sie bacanya harus hati2. Bener dah bacanya emang harus hati2 pisan, selain halamannya gampang lepas2 nie novel juga ada sedikit ‘echi’-nya. Keren alurnya, suka bgt sama alurnya yang terpotong2, bikin penasaran. Umm…ternyata Sekigahara tuw akibatnya separah ituw. Gw dah sering sie denger kata Sekigahara dan perang saudara yang mewarnai Jepang, tapi baru sekarang kegambar tentang kejadiannya n akibat2 yg ditimbulkannya.

Inspiratif. Tapi bisa dibilang Jepang zaman dulu tuw jahiliyah banget (di mata orang2 luar). Kenapa? Bayangin aja sistem kasta yang begitu ketat, hierarki yang sulit ditembus. Parahnya mereka menganggap junjungan sudah spt Tuhan, pembunuhan tuh gampang bgt dilakukan hanya karena alasan membela klan atau harga diri. Bayangin aja tiba2 loe dibunuh dengan alasan cuma nginjek bayangan seorang samurai (padahal gak sengaja) atau gak sengaja bersinggungan pedang antar samurai, gila gak tuw~

Settingnya klo gak salah skitar tahun 1861 (lupa gw), pokoknya pas masa2 restorasi Meiji lah. Intriknya dimulai dari peristiwa Sekigahara tahun 1490-an (lupa juga tepatnya tahun brapa). Waktu ituw Shogun yang berkuasa adalah Shogun dari klan Tokugawa. Tokoh utamanya sendiri adalah seorang Daimyo (Bangsawan Agung) Akaoka, Genji Okumichi, samurai yang lemah lembut, malah katanya terlalu feminin, hueh? Pada masa2 restorasi itulah Jepang mulai membuka diri terhadap dunia luar. Banyak pengaruh asing yang masuk, salah satunya dari Amerika. Nah…karena itulah setting-nya gak cuma di Jepang, ada juga beberapa settingan di Amerika sana. Dari situ gw bisa ngambil kesimpulan tentang persamaan kultur dua negara ini, walaupun banyak bgt perbedaannya. Salah satu persamaannya adalah tentang kejahiliyahan dalam hal perbudakan dan prostitusi. Walaupun di Jepang seorang geisha dianggap terhormat dan bercirikan seni.

Hebatnya si pengarang bisa menggambarkan kekerasan pembunuhan dengan drama yang sentimentil (org Jepang tuw kayanya gampang bgt nangis). Bisa dibilang keras sekaligus lembut, penuh dengan kesetiaan sekaligus pengkhianatan, penuh intrik tetapi juga kepolosan. Seperti salah satu kata-kata dalam novelnya, “kesenangan berarti juga kesedihan” karena dengan merasa senang kita juga tahu sebuah kesedihan, ketika merasa sedih kita tahu betapa nikmatnya sebuah kesenangan (sok puitis bgt yach, he2 :p)

 

Banyak hal dech yang bisa loe dapet, khususnya buat yang penasaran banget sama kultur Jepang. Ouw yach, KASTEL AWAN BURUNG GEREJA ini buku ke-1 dari novel SAMURAI. Ada buku ke-2nya cuman gw blom baca.

 

Resensi dikit

 

Ini salah satu kata-kata dalam bukunya :

Pengetahuan bisa menghambat. Ketidaktahuan justru membebaskan. Tahu kapan untuk tahu dan kapan untuk tak tahu, sama pentingnya dengan pedang yang tajam.

 

Suzume-no-Kumo (1434)

Apakah kemampuan mengetahui masa depan bisa menguntungkan, atau justru membawa malapetaka? Mampukah pengetahuan seperti itu melahirkan seorang samurai sejati, yang tabu mengeluh ketika mengalami siksaan fisik paling hebat sekalipun, yang rela mati menjunjung tinggi kehormatan dan kesetiaan, namun tetap dianggap wajar untuk menangis tersedu-sedu saat merasakan keharuan dan kebahagiaan?

 

Samurai: Kastel Awan Burung Gereja adalah kisah hidup Daimyo Akaoka, Genji Okumichi–kisah tentang sebuah pergolakan zaman, perbenturan Timur dan Barat, budaya dan norma, agama dan dogma, kehormatan dan kemanusiaan, kisah yang akan menyeruakkan kesadaran kita bahwa pengetahuan dan keyakinan manusia bukan merupakan kebenaran hakiki.

Tentang Penulis

Takashi Matsuoka tumbuh besar di Hawaii. Sebelum menjadi penulis full-time, dia bekerja di kuil sekte Zen Buddha di Honolulu. Awan Burung Gereja adalah novel pertamanya, dan novel keduanya, Jembatan Musim Gugur.

Advertisements

Actions

Information

15 responses

19 01 2007
me

Wuih jadi pengen baca 🙂

19 01 2007
ipah11

blognya bagus,simple n hitam, but knapa harus hitam…….btw
jualan buku ya, kalo minta boleh??suksesya.

19 01 2007
ans_3d

Ouw….makasih yach. Enak aja jualan buku. Ini review tw~

6 02 2007
cira

waktu itu liat2 bukunya
pengen beli tapi…
harganya segitu siiihh…

16 02 2007
ans_3d

Tp keren Cir, gak nyesel dech klo beli, he2..tp gw jg minjem sie :p

26 02 2007
es_tee

eh dulu aku bli samurai buku 1 ga nyampe ‘go mban’ deh (he..he..)
tapi sueeer ga rugi kalo baca ni buku. skrg lg hunting buku 2 nih. da yg mo bliin???

26 02 2007
ans_3d

Hoe????murah yach. Di mana tuw? nyang ke-2 dah baca? Banyak koq buku bagus. Gw dah baca “5 cm”, “Sherlock Holmes : The Valley of Fear”, “Ayat-Ayat Cinta”, “Harry Potter”, de el el. Lg pengen baca novel Taiko, klan Otori. Trus Eragon The Series 🙂

2 03 2007
Batata

Permisiiii, salam kenal. Saya nyampe sini karena dibawa sama Mbah Google.

Saya emang sangat tertarik ama ni buku & pengen baca. Udah sempet liat di Gramedia dan lagi nyari-nyari di internet buat resensi sama sapa tahu harganya bisa lebih murah.

Tapi yang saya dapet harganya Rp 60 ribuan. Kalo sekali beli dua seri berasa juga yaah … (maklum kantong seret)

Kok bisa sih dapet yang harganya Rp 53 ribuan??? Di mana nih belinya? Kasih tahu dong.

18 07 2007
sixtriany

setakat ni novel yang saya baca..belum ada yang best….siapa nak syor kan novel yang best kat saya.telefon saya di no…..0135433509

24 06 2008
yudha

andi, gemana kabarnya?

3 08 2008
ehshan

sya penggemar novel taiko,,, yang mana diakhir ceritanya tidak menggambarkan kmenangan untuk sang taiko hideyoshi,,, tapi yang sya garis bawahi adalah kegigihan masyarakat jepang yang kuat dan pantang menyerah,,,

4 08 2008
andi

Oh ya..saya jg mau pengen baca taiko tuw. Belum kesampean..Sip2 nambah list Lagi ah:)

4 08 2008
ans_3d

baik yudh..gimana kabar di sana?

26 09 2009
Tea

saya juga penggemar taiko! Critanya seru abiezt. .tapi sayang crita akhirnya rada gantung!
Saya lagi penen baca musashi. .bagus nggak yah?

25 06 2013
Jean Whitaker

The book also has an element of magic. The family of the main character, Lord Genji, is cursed to see the future. Through out the story, Genji’s advisors and enemies question the legitimacy of his powers. Some people see it as a symbol of his power, others regard it as a falsehood. I would have preferred it if the story didn’t have any supernatural elements. It makes me wonder if the novel was aimed at being historical or magical.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: