Review Website Takaful

29 06 2008

Website dewasa ini sudah menjadi bagian dari media sumber informasi seiring dengan semakin mudahnya akses internet di berbagai daerah. Maka dari itu, membuat rancangan website yang menarik sekaligus usable adalah hal yang mutlak bagi seorang pengembang. Ketika kita berbicara dengan interaksi dengan pengguna seringkali website disandingkan dengan kata “usability”. Apakah usability? Usability adalah kualitas atribut yang berhubungan dengan seberapa mudah sesuatu dapat digunakan. Lengkapnya, usability berarti seberapa cepat sesorang dapat mempelajari sesuatu, seberapa efisien seseorang menggunakan sesuatu, seberapa kuat sesorang dalam mengingat sesuatu, seberapa banyak error yang dilakukan, dan apakah pengguna suka menggunakannya. Jika pengguna tidak mau atau tidak dapat menggunakan fitur yang ada pada website, berarti kita gagal dalam merancang fitur tersebut dan sebaiknya tidak perlu ada.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika merancang sebuah website, diantaranya adalah :

1. Apa yang perusahaan lakukan, perusahaan tersebut bergerak di bidang apa

2. Apa peran Anda di perusahaan

3. Apakah perusahaan mempunyai brand atau logo

4. Apa tujuan membuat website

5. Informasi apa yang ingin ditampilakan

6. Siapakah pengunanya, apakah demografinya heterogen atau homogen meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, lokasi, dan sebagainya.

7. Apakah perusahaan memiliki kompetitor dan siapa kompetitornya

Terkadang pertanyaan-pertanyaan bisa lebih banyak dari yang disebutkan di atas ketika kita merancang sebuah website. Kriteria-kriteria tertentu dapat membantu kita mendefinisikan sebuah website dikatakan bagus atau tidak. Yang harus diperhatikan adalah proses desain merupakan awal sebuah proses komunikasi. Ketika kita tidak dapat membuat desain web yang bagus maka proses komunikasi dapat tidak tersampaikan kepada pengguna. Sebuah website yang bagus tidak harus berarti berkutat dengan proses estetika dan grafis semata tetapi lebih kepada usability. Sayangnya, beberapa desainer terkadang melupakan pengguna dan terjebak pada proses estetis sehingga melupakan proses testing pada pengguna. Secara sederhana, percuma kita membuat desain yang indah tetapi tidak usable and accessible, maka pengguna akan dengan mudah meninggalkan website kita.

Website yang baik adalah ketika kita bisa menggabungkan sebuah estetika sehingga pengguna merasakan kemudahan dalam usability, accessibility, dan user experience. Elemen-elemen sebuah website seharusnya menjadi satu kesatuan yang padu dan konsisten yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi.

Baru-baru ini saya masuk ke halaman website perusahaan asuransi syariah Takaful. Dari halaman-halaman website tersebut kita dapat mengambil pelajaran bagaimana membangun sebuah website korporat. Website tersebut dapat diakses di alamat http://www.takaful.com.

Secara garis besar website ini sudah cukup baik dalam menyajikan informasi untuk pengguna hanya saja masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki terkait dengan layout website. Ketika masuk halaman depan untuk pertama kali kita akan disuguhi dengan header yang cukup besar dan berupa flash dengan besar 307 KB sehingga cukup merepotkan jika menggunakan koneksi dengan kecepatan di bawah rata-rata. Namun perusahaan cukup cerdik dengan tidak menampilkan header di halaman-halaman selanjutnya. Karena informasi mengenai identitas masih dapat diketahui dari logo meskipun penempatannya kurang tepat yaitu di sebelah kanan website. Saran saya sebaiknya logo perusahaan ditempatkan di sebelah kiri website karena pasti perhatian pengguna pertama kali ke sebelah kiri website.

Kriteria-kriteria ketika mendefinisikan bagus tidaknya sebuah website adalah :

1. Pengguna senang dengan desain tetapi tertarik dengan isi

Desain yang ditampilkan pada website Takaful berkesan sederhana dan tidak mengganggu pengguna. Pengguna masih dapat melihat isi dan menangkap bahwa ini adalah website mengenai asuransi syariah.

2. Pengguna dapat dengan mudah menemukan navigasi dan mengoperasikannya.

Pada website Takaful, navigasi dapat dengan mudah dilihat oleh pengguna karena berada di bagian kiri atas website dan memiliki karakteristik yang berbeda ketika dihover sehingga membantu pengguna mengetahui halaman mana yang akan dibuka. Karakteristik juga berbeda ketika berada pada halaman tertentu sehingga pengguna dapat mengetahui di halaman mana dia berada saat ini.

3. Pengguna mengenali setiap halaman sebagai bagian dari website.

Website ini secara keseluruhan menggunakan pewarnaan, typeface, dan layout yang konsisten sehingga pengguna mengenali setiap halaman sebagai bagian dari website.

Website ini juga cukup baik dalam mengoptimalisasi ukuran layar pada 800×600 pixel sehingga pengguna yang masih menggunakan resolusi tersebut masih dapat mengakses website dengan nyaman.

Yang menarik pada saat kita merancang sebuah halaman website adalah layouting atau penempatan blok-blok dalam website serta ukurannya. Anda mungkin pernah mendengar tentang golden ratio dimana menurut para matematikawan sebuah desain yang baik mengandung perbandingan 1,62. Contohnya adalah berikut ini :

Gambar tersebut mengandung perbandingan 1.62 sehingga dapat dikatakan baik dalam layouting. Konon wajah manusiapun mengandung golden ratio. Tidak percaya?Silahkan buktikan sendiri. Pada website Takaful golden ratio terdapat pada pembagian kolom artikel dengan navigasi di sebelah kiri. Coba kita lihat gambar di bawah ini.

Gambar di atas menggambarkan perbandingan lebar halaman dan lebar isi pada ukuran layar 1024 x 768 pixel. Perbandingan lebar keseluruhan layar dan lebar isi adalah 1008 px / 614 px = 1,6416938110749185667752442996743. Angka tersebut mendekati golden ratio.

Penekanan atau emphasis terlihat pada bagian pencarian dan navigasi, tetapi sayangnya tidak ada pada bagian link berikut ini. Apakah Anda akan mengenalinya sebagai link atau banner? Saya sendiri jika melihat sekilas pasti akan mengira ini adalah banner dan ternyata gambar tersebut merujuk kepada isi halaman produk pada website Takaful. Seharusnya desainer dapat membuat emphasis pada link tersebut dengan background yang lebih kontras atau dapat dibentuk menyerupai tombol navigasi yang berubah ketika dihover.

Apabila dilihat sekilas website Takaful berkesan sederhana. Pewarnaan dominan warna biru muda, biru tua, dan sentuhan putih menggambarkan desain korporat. Pewarnaan sepertinya disesuaikan dengan warna pada logo Takaful.

Warna biru menggambarkan keterbukaan, kecerdasana, dan keyakinan. Secara psikologis warna biru tidak tepat digunakan untuk warna pada makanan karena dapat mengurangi nafsu makan, tetapi efek ini tidak berlaku pada desain website. Warna biru sesuai dengan maknanya memberikan warna yang berkesan korporat dan menenangkan.

Hubungan visual antara air, udara, dan langit menggambarkan ketenangan pada warna biru. Itulah mengapa warna ini menjadi warna dominan pada logo IBM, Dell, HP, dan Microsoft. Jadi, saya rasa penggunaan warna biru tua dan biru muda sangat tepat pada website Takaful.

Sentuhan warna putih dapat memberikan keuntungan sekaligus kelebihan. Warna putih biasa digunakan untuk memberikan ruang (whitespace) pada website agar pengguna tidak terlalu sesak melihat tumpukan tulisan dan isi pada website kita. Akan tetatpi whitespace yang terlalu berlebih akan menimbulkan kesan ada sesuatu yang hilang yang harusnya bisa dioptimalisasi untuk ruang tersebut.

Pada website Takaful pemilihan background warna putih menimbulkan kesan renggang pada website. Terdapat ruang kosong di sebelah kanan website ketika kita menggunakan resolusi 1024 x 768 pixel atau lebih. Tetapi sebenarnya putih dapet membuat efek sederhana pada website jika isi yang kita tampilkan banyak. Ketika kita memikirkan tentang bersih, suci, kesempurnaan pasti terbayang warna putih. Penggabungan warna putih dengan warna biru pada website perusahaan saya rasa merupakan kombinasi yang baik.

Website Takaful saya rasa sudah menggunakan konsep tipografi yang baik dimana penggunaan typeface tidak banyak dan konsisten sehingga pengguna tidak merasa pusing dan mual-mual jika melihat desain yang cukup sederhana ini. serta memudahkan pengguna dalam mengenali bagian-bagian website dan mengidentifikasi kesatuan dari beberapa elemen dalam website. Ukuran huruf juga relatif besar sehingga mudah dibaca untuk kalangan usia tua. Vertical spacing dan horizontal spacing cukup sehingga pengguna mudah dalam membaca isi dari website. Typeface yang digunakan merupakan jenis sans serif sehingga mudah dibaca pada halaman dalam format digital. Gambar berikut ini adalah contoh perbandingan huruf serif (kata “squint” atas) dan sans serif (kata “squint” atas).

Secara garis besar serif adalah huruf dengan aksesn-aksen tertentu di bagian ujungnya. Coba lihat gambar berikutnya, di sana terlihat aksesn pada ujung-ujung setiap huruf. Hal ini sebenarnya memudahkan ketika kita membaca dalam format tercetak karena secara tidak sadar mata kita terbantu karena terbentuk garis bantu yang merupakan perpaduan aksen antar huruf. Tetapi untuk halaman website, hal ini tidak membantu.

Website Takaful dilengkapi dengan fitur pencarian untuk memudahkan pengguna memasukkan query yang diinginkan dan mendapatkan hasil dengan cepat. Sayangnya fitur ini hanya terdapat pada halaman-halaman tertentu sehingga tetap saja pengguna harus bekerja dua kali karena harus kembali ke halaman yang terdapat fitur ini. Saran saya sebaiknya fitur penting seperti ini ditempatkan di setiap halaman sehingga pengguna merasa dimudahkan dalam mengakses informasi.

Fitur yang cukup menarik pada website ini adalah fitur simulasi dimana pengguna dapat menghitung dan mengetahui proses penghitungan asuransi syariah dengan memasukkan beberapa kriteria tertentu.

Berikut ini adalah halaman simulasi yang berhasil dijalankan. Anehnya ketika kita masuk ke simulasi ada sub menu yang dirasa tidak terlalu penting dan justru mengganjal. Bagian yang dilingkari pada gambar merupakan sub menu yang saya rasa tidak perlu ada karena seharusnya sub menu ini menampilkan simulasi apa saja yang tersedia seperi takafulink, takaful alia, fulnadi, dan takaful abror.

Pada kotak isian simulasi ada ketidakkonsistenan penggunaan huruf. Pada pilihan jenis kelamin pengembang menggunakan all cap letters sedangkan pada pilihan cara bayar menggunakan mixed-case letter. Sebaiknya pilihan jenis kelamin dan cara bayar menggunakan radio button agar cepat dalam proses pemilihan kecuali jika pertimbangannya adalah space tempat. Ketidakkonsistenan juga terlihat pada sebelah kiri sub menu Simulasi Takaful Alia. Pada bagian tersebut terdapat salah pengetikan yang seharusnya A menggunakan huruf besar pada kata Alia.

Seharusnya ada keterangan tambahan mengenai rentang angka yang bisa diisi pada setiap field dan formatnya jika diperlukan. Kurang baik jika pengguna sudah mengisi form ternyata keluar peringatan seperti gambar di samping dan harus mengisi dari awal lagi. Usahakan kurangi kesalahan atau error yang dilakukan oleh pengguna. Kejanggalan lain yang cukup mengganggu adalah text box yang rata kiri apabila sedang diisi dan rata kanan apabila sudah terisi. Sebaiknya untuk angka konsisten menggunakan rata kanan. Kelebihan dari simulasi ini adalah penggunaan text box tidak disejajarkan pada bagian kanan sehingga memudahkan pengguna mengestimasi seberapa ruang yang dibutuhkan untuk field tersebut serta pewarnaan gelap pada text box yang tidak aktif. Sebaiknya ada link ke penjelasan mengenai detail konsep produk yaitu di menu produk sehingga pengguna tidak bertanya-tanya bagaimana cara mengisinya jika berada di halaman ini.

Secara keseluruhan website ini sudah cukup baik hanya saja perlu sedikit perbaikan pada beberapa bagian seperti disebutkan di atas.

-regards-

Andi Sasmita

Bogor, Juni 2008

Advertisements

Actions

Information

4 responses

30 07 2008
reZa pH

assalamu’alaykum wr wb

IT gimana a?
ada yang namanya Khalid bin Walid ga?

=j

31 07 2008
andi

wah. knapa gak ikut? ada gak y?sy jg datengnya teLat sih:)

5 08 2008
reZa pH

ga bisa pulang =(
buanyak teuing amanah yeuh,,,

http://rezaprimawanhudrita.wordpress.com/

6 08 2008
andi

hooo..sip2, yg penting tunaikan amanah sebaik2nya:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: